Peningkatan Jumlah Pasien Klinik Kosmetika RSUD Banyumas

Dilihat : 5415 Kali, Updated: Selasa, 19 Januari 2016
Peningkatan Jumlah Pasien Klinik Kosmetika RSUD Banyumas

Jumlah kunjungan pasien Klinik Kosmetika Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas terus meningkat. Pada 2015, pasien rawat jalan di klinik tersebut naik 15 % dibandingkan tahun 2014. ”Jumlah pasien rawat jalan Klinik Kosmetika RSUD Banyumas pada 2015 mencapai 334 orang.

Naik 15 persen dibanding tahun 2014. Ini menunjukkan Klinik Kosmetika RSUD Banyumas makin dipercaya karena pelayanannya dianggap baik dan dokter yang menanganinya mumpuni,” kata Direktur RSUD Banyumas dokter AR Siswanto Budiwiyoto MKes, kemarin.

Menurut dokter Ermadi Satrio Sudibyo Msc SpKK, dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin RSUD Banyumas, kebanyakan pasien melakukan perawatan kulit sensitif, terutama di area wajah.

Dikatakan, berdasarkan studi yang dilakukan ahli, kulit sensitif sering ditemukan pada musim panas dan lebih banyak ditemukan pada wanita daripada pria. Karena wanita lebih banyak terpapar berbagai produk perawatan dibandingkan pria.

Di klinik kosmetika RSUD Banyumas pun pasiennya didominasi wanita. Satrio menjelaskan penyebab gangguan kulit sensitif beragam. Tetapi setidaknya penyebabnya karena faktor genetik yang dikombinasikan dengan faktor endogen dan eksogen.

Kulit sensitif karena faktor endogen berkaitan dengan faktor inheren (melekat) seperti jenis kelamin wanita, usia, pigemntasi kulit. Sedangkan faktor eksogen bisa disebabkan pemakaian kosmetik yang tidak sesuai jenis kulit.

Faktor lingkungan yang dapat memicu reaksi kulit sensitif seperti suhu panas dan dingin, sinar matahari, angin, polusi dan AC. Bisa juga karena gaya hidup seperti makanan pedas, alkohol dan pemakaian produk perawatan tubuh secara berlebihan.

”Kulit sensitif cukup sulit diatasi karena reaksinya bersifat subjektif, bervariasi dari orang ke orang dan dapat dipicu banyak faktor,” ujar Satrio.

Meski demikian, kata dia, Klinik Kosmetika RSUD Banyumas dengan fasilitas yang dimiliki dan tenaga ahli yang profesional dapat melayani pasien secara prima. Dokter yang menangani pasien memiliki metode jitu dan profesional dalam merawat pasien dengan keluhan kulit sensitif.

sumber : Suara Merdeka

Komentar