Pasanglah Behel dan Gigi Palsu pada Ahlinya

Dilihat : 13690 Kali, Updated: 13 04 2015 08:42:37
Pasanglah Behel dan Gigi Palsu pada Ahlinya

SEORANG gadis yang masih duduk di bangku perguruan tinggi itu rela menunggu berjam-jam di tempat praktik spesialis ortodentist. Rupanya gadis yang paras wajahnya menarik ini, ingin lebih menambah kepercayaan dirinya dengan memasang kawat gigi (behel). Dia merasa kurang pede karena saat tersenyum kelihatan giginya yang dianggap kurang rapi. Dengan dipasang behel, menurutnya akan mendukung penampilannya.

Pemasangan behel atau gigi palsu untuk estetika, rupanya kini telah menjadi tren. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas, dokter AR Siswanto Budiwiyoto MKes pun mengakui perawatan gigi sebagai estetika agar gigi sehat dan cantik, sedang jadi tren. Hal itu dilihat dari jumlah kunjungan ke klinik gigi RSUD Banyumas yang makin meningkat. ’’Kunjungan di klinik gigi RSUD Banyumas kini semakin bervariasi, termasuk permintaan kawat gigi dan gigi palsu untuk estetika juga terus meningkat. Dari rata-rata kunjungan sebanyak 20 orang per hari, 45% adalah terkait dengan estetika,’’ jelas dr Siswanto.

Adalah dokter gigi Daniel Budi Santoso SpPros, dokter gigi spesialis prostodonsia di Klinik Gigi RSUD Banyumas mengingatkan untuk berhati-hati bila ingin memasang kawat gigi atau gigi palsu yang bertujuan untuk estetika. Sebab tidak sedikit orang yang melakukan pemasangan gigi palsu atau kawat gigi di tempat orang yang bukan ahlinya karena biaya murah dan terjangkau tapi memberikan dampak negatif yang membahayakan. ’’Akhir-akhir ini banyak kasus datang ke klinik spesialis gigi, karena tidak nyaman dengan gigi palsu atau kawat gigi yang dipasang oleh orang yang bukan ahlinya, sudah muncul efek samping,’’ kata drg Daniel.

Berdasarkan pengalaman selama melayani pasien di Klinik Gigi RSUD Banyumas, banyak pasien yang datang minta untuk dicabut gigi tertentu karena disuruh oleh tukang gigi. Jadi tukang gigi yang menentukan mana gigi yang dicabut. Sesudah itu membuat gigi palsu atau memasang behelnya di tukang gigi, bukan dokter gigi. Ini termasuk malapraktik. Dia menjelaskan gigi palsu adalah alat yang dibuat untuk menggantikan gigi yang hilang baik pada rahang atas maupun bawah yang didukung oleh jaringan pendukung baik lunak maupun keras di dalam rongga mulut. Apabila banyak gigi yang hilang, otot muka dapat mengendur dan membuat wajah kelihatan lebih tua. ’’Pemakaian gigi palsu bisa membantu mengembalikan profil, mengembalikan senyuman seperti semula dan membantu meningkatkan keyakinan diri. Ia juga mencegah gigi bersebelahan bergerak ke arah ruang kosong yang terjadi akibat kehilangan gigi,’’ terangnya.

Kawat Gigi

Adapun untuk kawat gigi (behel), kata drg Daniel, memang ada banyak manfaat dari pemasangan behel. Antara lain membuat gigi menjadi rapi, sehingga enak dipandang mata dan akan terhindar dari masalah pencernaan akibat gigi yang kurang rapi. Membuat senyum terlihat manis dan terlihat cantik, serta meningkatkan rasa percaya diri. Namun demikian, ujar dia, tidaklah mudah merawat gigi dengan behel. Selama pemasangan behel, kebersihan dan perilaku makan pun harus dijaga betul. Di samping itu, kadang-kadang ada rasa tidak nyaman karena posisi gigi disesuaikan dan bergeser. Kawat gigi juga biasanya akan menimbulkan selasela atau lubang dan sulit untuk menjangkau daerah itu, sehingga memberi kesempatan kepada bakteri untuk tumbuh dan berkembang. Daerah ini berisiko terhadap kerusakan, plak, noda dan gigi berlubang.

Menurut dia pemasangan behel memiliki beberapa efek samping. Paling sering muncul adalah gigi bisa jadi goyah. Ini terjadi saat tulang yang memegang gigi berubah mengikuti kawat yang mencekat gigi di atasnya, maka gigi bisa jadi goyah. ’’Oleh karena itu keputusan untuk memasang behel, terutama untuk tujuan kecantikan atau tren fesyen harus siap dengan konsekuensi untuk merawat dan membersihkannya. Behel untuk sekadar gaya-gayaan sebenarnya tidak perlu karena bisa merugikan pemakai sendiri. Jadi, sebelum masang behel untuk gaya-gayaan lebih baik pikirkan dahulu efeknya,’’ ungkap Daniel.

Mengingat pemakaian gigi palsu maupun behel bisa berdampak negatif yang membahayakan, pemasangannya harus dilakukan oleh dokter gigi. Jangan dilakukan oleh orang yang bukan ahlinya. Klinik Gigi RSUD Banyumas dengan didukung peralatan yang lengkap, dan dokter gigi spesialis prostodonsia, sejak 2013, siap melayani perawatan gigi sebagai salah satu bagian tubuh yang harus diperhatikan kesehatan dan kebersihannya untuk menunjang penampilan dan juga memberikan pesona tersendiri.

Komentar