Mengoptimalkan Layanan Klinik Mata

Dilihat : 6785 Kali, Updated: Senin, 24 Agustus 2015
Mengoptimalkan Layanan Klinik Mata

Seiring dengan tren kunjungan di klinik mata makin yang meningkat dari tahun ke tahun, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas terus melengkapi sarana dan prasaran untuk rawat jalan, operasi dan rawat inap. Kunjungan pasien di klinik mata per hari rata-rata 50 orang.

‘’Kasus terbanyak adalah katarak, rabun jauh, rabun dekat. Kemudian disusul pterygium dan peradangan mata,’’ ungkap Direktur RSUD Banyumas dokter AR Siswanto Budiwiyoto MKes, kemarin.

Selain melengkapi sarana dan prasarana, untuk melayani pasien penyakit mata yang terus meningkat, rumah sakit menyiapkan tiga dokter spesialis mata yaitu dokter Yusuf Ali Ridha SpM, dokter Dian Isworo SpM dan dokter Indrasmoro Novianto SpM. Siswanto menambahkan, alat-alat kedokteran pun secara bertahap dilengkapi.

Saat ini, rumah sakit milik pemerintah itu memiliki alat-alat canggih seperti USG, biometri, tonometer nonkontak (pengukur ukuran bola mata), autoretraktometer (mengukur refraksi secara subjektif) auto keratometer (mengukur kelengkungan kornea), slitz lamp examination (untuk melihat kondisi mata bagian luar), ophatalmoscopy ( untuk melihat kondisi dalam bola mata), nndirect ophtalmoscopi (untuk melihat kondisi dalam bola mata lebih luas), alat-alat bedah mata dan peralatan lainnya.

Bukan Kanker

Dokter Indrasmoro menambahkan, saat ini ada penyakit mata yang banyak diderita orang tetapi kadang disepelekan karena ketidaktahuannya. Penyakit mata tersebut adalah pterygium. Yakni adanya daging tumbuh pada bagian putih mata (konjungtiva).

Biasanya terlihat berbentuk segitiga di mana bagian runcingnya mengarah ke pupil. Pterygium bukanlah suatu keganasan atau kanker. Menurut Ovi, sapaan akrab Indrasmoro, penyebabnya sampai saat ini belum begitu jelas.

Namun secara statistik, penyakit ini banyak menimpa para pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan, dan sering terkena sinar matahari, angin dan debu. ‘’Faktor risiko adalah debu, pasir dan partikel-partikel yang terbawa oleh angin. Pterygium jarang diderita oleh anak-anak.

Penyebab yang lain adalah berbagai zat iritan, faktor genetik, alergi, kekeringan pada mata, faktor angiogenik, dan infeksi papilomavirus,’’Ovi. Gejalanya meliputi pertumbuhan berwarna putih dengan pembuluh darah yang terlihat atau menonjol di sudut mata bagian dalam atau luar.

Pterygium dapat terjadi pada satu atau kedua mata. Kemerahan pada daerah yang terkena, mengalami iritasi dan mata kering. Mata kadang kala berair dan terasa seperti ada benda asing di dalam mata serta penglihatan buram.

‘’Sebagai pencegahan gunakan sun glasses atau topi lebar saat beraktivitas di ruang terbuka. Menggunakan obat tetes mata khusus, memeriksakan mata secara rutin ke dokter mata untuk mengetahui adanya gejala ataupun gangguan pada mata kita,’’ungkap Ovi.

 

sumber : suara merdeka

Komentar