Pendataan Penyakit Lansia

Dilihat : 8587 Kali, Updated: 19 05 2015 08:14:53
Pendataan Penyakit Lansia

Memperingati Hari Perawat Internasional ke-41 tahun 2015, perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas mendata penyakit yang kerap diderita warga lanjut usia (lansia). Kegiatan itu dipusatkan di Desa Kejawar, Kecamatan/Kabupaten Banyumas, baru-baru ini.

Ketua Komite Keperawatan RSUD Banyumas Munjirin menjelaskan, pendataan dan pemeriksaan secara gratis itu merupakan wujud kepedulian dan dedikasi perawat terhadap kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Komite Keperawatan RSUD Banyumas dan Komisariat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Banyumas.

Penyakit yang terdata antara lain kencing manis (diabetes melitus/ DM) dan tekanan darah tingi (hipertensi). ”Ada 256 orang yang dijaring untuk menjalani deteksi dini penyakit lansia dan pemeriksaan tensi,” jelas Munjirin.

Koordinator lapangan Yusrianti Rohmah mengatakan, di Desa Kejawar ditemukan tujuh orang dengan kadar gula darah tinggi, rata-rata di atas 200 mg/dl, sedangkan yang rendah atau di bawah normal satu orang.

”Setelah dites, mereka langsung diberi penyuluhan tentang tanda-tanda kencing manis dan pencegahannya, menyangkut pola makan, gaya hidup, dan stres. Mereka yang positif kencing manis diminta langsung berobat ke RSUD Banyumas,” paparnya.

Gejala Bervariasi

Ia menambahkan, gejala kencing manis sangat bervariasi. Biasanya gejala baru ditemukan saat pemeriksaan di rumah sakit.

Tetapi bisa juga gejala timbul secara mendadak. Umumnya yang dirasakan penderita adalah sering buang air kecil, terutama pada malam hari (poliuria), sering haus (polidipsia), dan sering lapar (polifagia).

Tanda dan gejala lain pada usia lanjut, lanjut Yusrianti, antara lain berat badan menurun drastis dan mata rabun. Bila dites, gula darah di atas normal (120-180 mg/dl).

Munjirin mengatakan, selain bakti sosial, peringatan Hari Perawat Internasional juga dilakukan dengan menggelar apel akbar pada Selasa (12/5) di halaman RSUD.

Tema peringatan tahun ini adalah A Force for Change: Care Effective, Cost Effective. Tema ini diambil untuk memperkuat fakta bahwa kesehatan global tidak bisa dicapai tanpa partisipasi perawat.

Komentar