Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Dewan Global Fund to Fight AIDS, TB, Malaria

Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Dewan Global Fund to Fight AIDS, TB, Malaria

Indonesia menjadi tuan rumah Pertemuan Dewan Global Fund to Fight AIDS, TB, Malaria (GF ATM) pada 6 - 7 Maret 2014. Pertemuan dihadiri oleh para anggota dewan yang akan memutuskan kebijakan tentang pendanaan GF ATM mendatang. Pertemuan tersebut diadakan di Indonesia karena Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, merupakan Ketua Dewan GF ATM.

Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Dirjen PP-PL), Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama pada saat temu media di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta. (28/2)
Dalam penanggulangan penyakit ATM di Indonesia, terdapat sumber dana dari APBN dan donor lainnya, termasuk grant (hibah) dari Global Fund.

Menurut Ketua Country Coordination Mechanism (CCM) GF ATM, dr. Untung Suseno, secara khusus, Global Fund hanya memberikan bantuan kepada penyakit AIDS, TB dan Malaria, karena ketiganya dianggap paling mempengaruhi kehidupan di suatu masyarakat.

Lebih lanjut Prof. Tjandra menyatakan GF ATM sudah membantu Indonesia sejak tahun 2003 dengan total sekitar Rp. 6 triliun. Adapun pembagiannya meliputi Rp. 2,3 triliun untuk AIDS, Rp. 2,4 Triliun untuk penanggulangan TB dan sekitar Rp. 1,97 Triliun  . Sedangkan untuk pembentukan Health System Strengthening (HSS) atau Penguatan Sistem Kesehatan sekitar Rp. 18 Miliar.
 
Tentu saja apa yang sudah dilakukan selama ini oleh GF ATM sangat membantu  pemerintah Indonesia. Meski demikian pemerintah menyadari untuk menyiapkan exit strategy,  terang Prof Tjandra.

Dicontohkan, dahulu pembelian obat ATM oleh pemerintah tergantung pada GF, sekarang pembelian obat tersebut sepenuhnya dijamin atau dibeli dari dana APBN. Sementara bantuan GF hanya untuk obat obat buffer stock atau untuk obat  jenis tertentu yang sangat jarang.
 
The Global Fund to Fight AIDS, TB and Malaria (GF ATM) adalah kemitraan antara pemerintah, sektor swasta dan organisasi masyarakat multilateral yang bersifat mandiri. Kemitraan ini pertama kali diusulkan oleh Sekretaris Jenderal PBB  Kofi Annan pada tahun 2001 dan kemudian didirikan pada 2002. Tujuan utama kemitraan ini adalah untuk mengumpulkan dana dari pemerintah-pemerintah, perusahaan dan perseorangan di seluruh dunia untuk dialokasikan bagi program pemberantasan AIDS, TB dan Malaria.
 
Indonesia adalah salah satu negara penerima hibah Global Fund dalam pengendalian ketiga penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat ini. Untuk program AIDS ada empat penerima hibah utama (Principal Recipient/PR) yaitu Kementerian Kesehatan (Subdit AIDS dan PMS), Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU). Untuk program TB ada tiga PR yaitu Kementerian Kesehatan (Subdit TB), PP Aisyiyah dan FKM UI. Sementara untuk pengendalian Malaria, ada 2 PR yaitu Kemenkes (Subdit Malaria) dan Persatuan Dharma Karya Indonesia (Perdhaki). Sedangkan untuk Health System Strengthening 1 PR yaitu Kemenkes (Pusdatin).

Related Posts

Komentar