
Kemenkes RI Gelar Bimtek PONEK Di Banyumas, RSUD Banyumas Jadi Tujuan Pertama
Banyumas – Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan menggelar Bimbingan Teknis Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) dalam rangka Pembinaan dan Pengawasan Implementasi Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) di wilayah Provinsi Jawa Tengah.
.jpeg)
Dijadwalkan pada Kamis-Jumat (6-7/11/2025) Tim Kemenkes akan berada di Banyumas di dua titik utama yaitu RSUD Banyumas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas.
Tim Kemenkes hadir di Banyumas pada Kamis (6/11/2025) kemarin dan langsung menuju RSUD Banyumas untuk melakukan diskusi tentang PONEK yang telah diimplementasikan khususnya di wilayah Banyumas.
.jpeg)
Pada diskusi tersebut, tim diterima oleh Direktur dan jajaran manajemen serta Tim PONEK RSUD Banyumas yang didampingi juga oleh Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas.
.jpeg)
Nia Ayu Suridaty, Sp.Kep.,M.Kep., dari Direktorat Pelayanan Klinis Tim Standarisasi Klinis, sebagi Ketua Tim Kunjungan Implementasi PONEK, menyampaikan bahwa program PONEK bermula di tahun 2005, kemudian masuk dalam akreditasi prognas 1 namun AKI dan AKB tetap tinggi. Hal inilah yang menjadi dasar bagi kementerian kesehatan untuk bisa menggali penyebabnya.
.jpeg)
“Banyak rumah sakit sudah meraih predikat paripurna namun pelayan PONEK banyak yang belum jalan sehingga tim melihat pelayanan PONEK di RSUD Banyumas” jelasnya.
Kedatangan tim ini bukan merupakan penilaian pelayanan PONEK di wilayah Banyumas namun ajang sharing bagi kementerian kesehatan dengan menyerap masukan dari rumah sakit karena antara rumah sakit yang ada di seluruh Indonesia berbeda-beda kondisinya terutama yang berada di pulau Jawa dan luar pulau Jawa.
.jpeg)
“Walau ada spesialis maupun sub spesialis namun apabila tidak ada komitmen maka PONEK tidak akan jalan” ujarnya.
Setelahnya, Direktur RSUD Banyumas, dr. Widyana Grehastuti, Sp.OG.,Msi.Med., menyampaikan bahwa upaya penurunan AKI dan AKB melalui layanan PONEK di Kabupaten Banyumas sudah dilakukan sejak 2015.
.jpeg)
“Rumah sakit PONEK di Kabupaten Banyumas awalnya ada 5 namun di tahun 2025 dilakukan percepatan penambahan rumah sakit PONEK sebagai upaya penurunan AKI dan AKB, tahun ini sudah menambah 4 rumah sakit PONEK dari 25 rumah sakit secara keseluruhan” katanya.
.jpeg)
Direktur mengatakan bahwa semakin banyaknya rumah sakit PONEK akan memudahkan akses pelayanan maternal yang terstandar respon emergensinya yang dibarengi dengan kompetensi bagi timnya.
.jpeg)
Setelah melakukan diskusi di ruang Aula Komite Medis, tim melakukan kunjungan lapangan ke ruang pelayanan PONEK dan fasilitas PONEK. Dalam kunjungan tersebut, tim merasa takjub dengan layanan dan fasilitas yang dimiliki RSUD Banyumas dan mengapresiasi keterlibatan stakeholder pemerintah daerah mulai dari Bupati sampai dengan pelaksana PONEK yang telah memberikan layanan PONEK dengan terstruktur dan terarah.
.jpeg)
.jpeg)


