KEGAWAT DARURATAN YANG DITANGGUNG BPJS

KEGAWAT DARURATAN YANG DITANGGUNG BPJS

KEGAWAT DARURATAN YANG DITANGGUNG BPJS

 

BPJS adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial. BPJS terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Kesehatan adalah badan publik yang menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan.  Jaminan kesehatan diselenggarakan secara nasional berdasarkan prinsip asuransi sosial dan prinsip ekuitas. BPJS Kesehatan mulai beroperasi pada tanggal 01 Januari 2014. Peserta BPJS adalah setiap orang, termasuk orang asing yang bekerja paling singkat enam bulan di Indonesia, yang telah membayar iuran. Peserta BPJS Kesehatan ada dua kelompok, yaitu : Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan dan Bukan Penerima Bantuan Iuran (BPBI) Jaminan Kesehatan.

Instalasi Gawat Darurat adalah salah satu unit di rumah sakit yang menyediakan penanganan awal bagi Peserta yang menderita sakit dan cedera, yang dapat mengancam kelangsungan hidupnya, kecacatan, atau memerlukan tindakan medis segera. Pelayanan gawat darurat merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan secepatnya untuk mencegah kematian, keparahan, dan/atau kecacatan sesuai dengan kemampuan Fasilitas Kesehatan.

Kriteria sebagai pasien gawat darurat medis terdiri atas:

  1. mengancam nyawa;
  2. adanya gangguan pada jalan nafas/airway, pernafasan/breathing, sirkulasi/circulation dan dehidrasi/déhydration;
  3. adanya penurunan kesadaran;
  4. adanya gangguan hemodinamik;
  5. memerlukan tindakan segera yaitu suatu kondisi yang harus ditangani agar tidak melewati golden period (kurang dari 6 (enam) jam), apabila melewati akan menyebabkan kerusakan organ yang permanen/kematian; atau
  6. gejala psikotik akut/panic attack yang membahayakan atau kegawatdaruratan lain di bidang psikiatri.

BPJS Kesehatan menjamin pelayanan gawat darurat medis yang dilakukan, yaitu:

  1. sesuai dengan kegawatdaruratan medis;
  2. di ruang pemeriksaan atau Instalasi Gawat Darurat; dan
  3. sesuai dengan tata laksana penanganan gawat darurat,

dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Manfaat pelayanan gawat darurat medis yang diberikan oleh fasilitas kesehatan meliputi:

  1. administrasi pelayanan;
  2. pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis;
  3. pelayanan obat dan bahan medis habis pakai;
  4. pelayanan alat kesehatan;
  5. pelayanan penunjang diagnostik sesuai dengan indikasi medis;
  6. pelayanan darah;
  7. akomodasi sesuai dengan indikasi medis; dan
  8. pelayanan ambulan antar Fasilitas Kesehatan untuk rujukan Peserta dengan kondisi gawat daruratnya telah teratasi dan dapat dipindahkan ke Fasilitas Kesehatan yang lebih tepat, atau dari Fasilitas Kesehatan yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan ke Fasilitas Kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Salam Sehat RSUD  Banyumas

Penulis dr. Andi Hafiz Dimas Hariyanto 

 

Related Posts

Komentar